NETWORK SECURITY



 

PENGERTIAN

Keamanan jaringan (network security) merupakan suatu kebijakan dan praktik untuk mencegah dan memantau akses yang tidak sah, penyalahgunaan, maupun penolakan yang diaplikasikan kepada komputer dan jaringannya.

Keamanan bisa diindentifikasikan dalam masalah teknis, manajerial, legalitas, dan politis. Network security akan membahas 2 hal penting yaitu Ancaman/Threats dan Kelemahan sistem/vulnerabillity.

 

TUJUAN

Tujuan utama dalam menerapkan sistem keamanan jaringan adalah untuk mencegah penipuan atau mendeteksi upaya penipuan dalam sistem berbasis informasi yang dimasuki oleh penyusup. Informasi itu sendiri memiliki arti non fisik.

Penerapan Keamanan Jaringan dalam kehidupan sehari-hari berguna sebagai penjaga sumber daya sistem agar tidak digunakan, dan juga dengan tujuan sebagai berikut :

  1. sebagai penjaga sumber daya sistem agar tidak dimodifikasi,
  2. sebagai penjaga sumber daya sistem agar tidak terganggu,
  3. sebagai penjaga sumber daya sistem agar tidak diganggu oleh orang yang tidak berhak.

 

PRINSIP KEAMANAN JARINGAN



Terdapat 7 Prinsip Dalam Keamanan Jaringan. Sebagai Berikut :

1.       Pertama yaitu Confidentiality

Adalah suatu usaha yang dimaksudkan untuk mencegah orang-orang yang tidak punya hak atau kepentingan untuk mengakses suatu informasi. Hal ini dimaksudkan agar informasi ataupun rahasia tersebut dapat terjaga dan hanya bisa diketahui oleh orang-orang tertentu saja.

2.       Kedua yaitu Integrity

Sebuah usaha yang mana ditujukan sebagai keamanan agar tidak ada oknum jahat yang bisa mengubah ataupun menghapus informasi penting dalam sebuah jaringan. Ini untuk menjaga agar informasi tersebut tetap utuh dan tidak rusak karena ulah orang jahat.

3.       Ketiga yaitu Availability

Hal ini dibutuhkan untuk membuat sebuah informasi ataupun sumberdaya agar tidak digunakan oleh orang yang tidak berhak. Jadi disini hanya orang-orang yang mempunyai akses legal saja yang bisa menggunakannya.

4.       Keempat yaitu Authentication

Secara sederhana bisa diartikan sebagai sebuah langkah untuk memverifikasi atau mengkonfirmasi identitas seorang user. Hal ini untuk memastikan bahwa user tersebut adalah orang yang berhak untuk mengakses informasi tertentu. Mungkin kalian sudah sering menggunakannnya lewat akses login.

5.       Kelima yaitu Non Repudiation

Sebuah upaya untuk melakukan identifikasi secara individual ataupun melalui device yang digunakan oleh user. Ia akan mencatat jalur komunikasi yang digunakan oleh user tersebut sehingga bisa menjadi bukti kemudian hari.

6.       Keenam yaitu Accountability

Secara sederhana kita bisa menyebutnya sebagai ‘pertanggungjawaban’. Istilah yang satu ini lebih lekat dengan dunia pendidikan atau suatu bentuk perusahaan dan pemerintahan.

7.       Terakhir yaitu Access Control

Sebuah usaha untuk melakukan pembatasan terhadap akses sumberdaya maupun informasi agar hanya bisa diakses oleh orang yang memiliki otorisasi saja.

 

 

JENIS-JENIS KEAMANAN JARINGAN

Terdapat 4 Tipe Serangan Terhadap Keamanan Sistem Jaringan, Sebagai Berikut :

1. Tipe Pertama yaitu INTERCEPTION
    Pihak yang tidak memiliki wewenang telah berhasil mendapatkan hak akses informasi.
 
2. Tipe Kedua yaitu INTERRUPTION
    Penyerang yang telah dapat menguasai system, tetapi tidak keseluruhan. Karena admin yang asli masih bisa login.
 
3. Tipe Ketiga yaitu FABRICATION
    Penyerang telah menyisipkan objek palsi ke dalam sistem target.
 
4. Tipe Keempat yaitu MODIFICATION
    Penyerang telah merusak system dan telah mengubah secara keseluruhan.